Baim: “Pada saat Bali Climate Summit akhir 2007, ariyo, gue dan Pongki iseng-iseng nge-jam di kamar hotel. Walau dalam hati, rasa-rasanya agak mustahil. Kenapa? Karena bila saat itu terjadi, proyek rekaman bareng2…yang dihadapin adalah…Sony-BMYG, Aquarius, Warner…”
(ketawa rame-rame 1 ruangan)
Tim MyGF: “masalah kontrak dan legalitas?”
Baim: “Hahaha, sampai kemudian…gue abis kontrak dengan Sony-BMyG, Jikustik dapet izin dari Warner, dan Nugie sendiri dengan Aquarius album ngga keluar-keluar. Lalu, proyekan ini ditawarkan ke Nagaswara, langsung disambut baik. Proyekan ini nggak ada masa pembuatan dalam satu bulan produksi…tapi satu tahun dalam perencanaan. Karena bila gue ada waktu, dan Pongki ada waktu, tapi Nugie nggak ada waktu. Begitu juga sebaliknya….”

Tim MyGF: “Lalu bagaimana Standar Operasi Prosedur? Pembagian kerjanya?”
Baim: “Okey, Nugie mengisi drum…awal-awalnya sempet agak kaku…tapi memang pada dasaranya dia seorang drummer, tidak lama kemudian lancar. Pongki mengisi bass.
Bass-line lagu-lagu Dance Company memang tidak terlalu sulit…sedangkan gue mengisi sebagian besar bagian untuk gitar, lead dan rhythm…lalu Ariyo mengambil vocal…”
Tim MyGF: “ lalu bagaimana konsep dan genre Dance Company? Seiring banjirnya media televise dan radio oleh lagu-lagu menye-menye-kesian-deh-gue-melayu? Apakah banyakin ADA band old school, sedikit Jikustik, sejumput Nugie atau segambreng Ariyo?”
Baim: “Pada dasarnya band ini merupakan penggabungan empat karakter, misalkan pengaruh disko era dari Pongki…Atau pengaruh rock n roll dari ariyo…semua dilihat aja, dan mengalir aja, lalu diliat bias mengarah kemana…dan sealamiah mungkin.
Obrolan setengah serius kemudian terhenti karena pertanyaan
berikut...
Tim MyGF: “Oookeeeeeey, GEARTALK! Huehehehehe, kan kita guitarforum eniwei? Hahahaha”
Baim: “huahahahaha, iya deh. Oke oke...ngga ada yg nyaingin analog dalam segi sound. Dan juga stompboxes. Gue punya beberapa set pedalboard untuk manggung ataupun recording. Untuk amplifiers, gue menggunakan Marshall Valvestate VS100R head cabinet untuk seksi overdrive, dan Fender the twin untuk seksi clean..TAPI...untuk kualitas bersihnya rekaman...LINE6 or DIE! Huahahahahahahah! (wusetttt, jujur amet sih?) (red: Baim menggunakan line6 POD XT, boss GT6, GT8 untuk direct beberapa guitar part langsung ke kompie)...microphone yg digunakan ya shure 57, shure 58, beberapa condensor microphones...terutama buat nangkep high daripada cymbals set, condensor buat bass kick, diusahakan juga untuk menangkap ambience atau sisa2 dr kick drum ataupun sisa pukulan pada tom-tom dan snares, untuk efek tertentu. Untuk overdrive, gue menggunakan tubescreamer....
Tim MyGF: “guitars?”
Baim: “Stratocasters!, untuk ritem yang agak fat, gue menggunakan humbuckers...dan juga texas special di sambora strat gue, susah untuk dikalahin dengan gitar2 laen. Untuk clean, ngga ada yang bisa ngalahin teles dan strats. Gue juga menggunakan ini (sambil menunjuk sebuah epiphone hollowbody) untuk tone hollowbody juga khas empuk2nya.
Hollowbody ini gue gunakan di...(lalu dia memutarkan lagu “modal cinta” dari Dance Company”)...jadi suaranya empuk2 gitu, lagipula gue mendapat endorsement epiphone...daripada gue beli gibby ES335...ya mending gue beli motor buat gue ojekin...hahahaha”
Tim MyGF: “kalo epek-epek?”
Baim: “hmmm...boss GT6, Line6 POD, berbagai stompboxes boss, gue ada pengalaman buruk...kemaren gue beli sekitar 10 efek merk baru sekaligus karena murah...waktu gue gunakan di satu acara dengan penonton 35.000-100.000, suara switching yang ditimbulkan juga bergema dan keras sekali kemana-mana....gue berkata pada diri sendiri...wah, epek suara terbaru nihhhhh, hahahaha. Kemunginan switchingnya kurang baik. Kalo boss-boss buatan Taiwan, ngga bakal ngecewain, kekurangannya ngga begitu signifikan. Dan gue sendiri tidak menggunakan Noise Supressor, karena salah-salah akan mencekik tone. Dan untuk pickups...gue terpuaskan dengan Fender Noiseless pickup, humming bener2 kecil.

Tim MyGF: “Sejauh ini, udah ada berapa lagu andalan untuk album “perfeksionis”?”
Baim: “Sudah ada dua klip. Satu yang duet dengan Artika yaitu “lindungimu””
Tim MyGF: “Video yang lu pake rok yang mana?” (huahahahahaha)
Baim: “Hahahahaha, yang lagu andalan kedua, “sexy untukmu”. Itu lagu yang fun, lucu dan kembali lagi, solo sesolo-solonya.”
Tim MyGF: “Kalo untuk performance, biasa menggunakan konfigurasi bagaimana?”
Baim: “ tergantung bujet...kalo bujet terbatas yah...paling yang turun “Baim trio”. Kalo bujet gedean ya yang turun “Baim band”...cuma beda di dua orang laen yaitu gitaris dan kibordis extra...
Didalam studio MIHARBI ada berjejer gitar-gitar, yaitu eric clapton strat “blackie”, Richie Sambora strat, Epiphone Joe Perry, Gibson LP classic, Fender antik Lead I, AVRI 70's reissue, Fender Nashville deluxe telecaster, Epiphone SG, baby Taylor, Epiphone hollowbody...etc
Lalu obrolan terputus karena Baim mengajak ke kamar “simpanan” yang laen, dimana dia menyimpan gitar-gitar yang laen...gitar-gitar yang laen dipajang di dinding, diantaranya Ibanez 540 Saber...Saat diambil dari dinding...Baim berkata; “Gue emang nunggu2, kapan Hari mau ngambil dan liat-liat Ibanez gue itu, haahhahahaha. (hahahaha, ketahuan deh, Hari cuma demen Ibanez, hehehehe) beberapa Fender Strat lagi, Yamaha RGX-211, Epiphone Wildcat. De'armond...etc
Di kamar simpanan laen ini juga terdapat beberapa pedal board hardcase. Yang biasa dia bawa-bawa untuk keperluan manggung.
Tiba2...nyonya Baim, ngajak tim MyGF makan-makan...asiiiiiik, hehehehe. Semua menuju ruang makan...ya ampun...dari jam 11 udah mau jam 4! ngobrol-ngobrol ngalor ngidul ngga berasa sama sekali! Sambil makan siang (sore kali)...CD-CD sample single “sexy untukku” dibagi2kan oleh tuan rumah.
Demikianlah, hasil kunjungan tim MyGF rame-rame ke rumah Baim, bila ada acara di MyGF, dia akan berusaha berpartisipasi dan hadir.
Tertanda,
Tim tempur MyGF
LOL, LOL , LOL!






aja doong..





